Minggu, 07 Agustus 2011

Perjalanan

2007

Diawali dengan menjadi peserta PPE di Bank Niaga, semuanya berjalan dengan indah. Lingkungan dan suasana baru, teman-teman baru, pelajaran baru, tempat baru. Semua yang baru selalu menyenangkan dan menumbuhkan semangat. Ditambah dengan cerita diluar kelas, ngga ada yang lebih baik dari masa-masa ini. Saat gw harus keluar kota setiap 1-2 bulan, saat de brief yang bikin sehari sebelumnya nggak selera makan dan ngga bisa tidur, saat jauh dari orang-orang rumah... adalah jenis stress yang menyenangkan. Delapan bulan terbaik sepanjang 2007 dan ngga bisa di trade off dengan apapun juga. I think this is my year to count.

2008

Awal penempatan sbg junior officer di Thamrin. Stress? pasti. Serasa ngga ada selera untuk bangun pagi dan menuju ke kantor setiap harinya. Gw inget banget tuh rasanya , sambil ngeliatin penanggalan berharap 2 tahun ikatan dinas akan segera selesai gara-gara Unilever. Hihihihi, siapa bilang gw ngga stress? Stress! Tapi jenis stress yang ini juga gw masih bisa handle, karena pada akhirnya, gw bisa melewati masa ini dengan baik. Masa-masa dimana gw dihadapkan sama kenyataan dunia bekerja , tapi masih bisa membawa idelisme dan prinsip diri. Teryata disini gw belajar bawha menjadi seorang yang memegang prinsip adalah jauh lebih menyenangkan daripada menjadi seseorang yang ikut arus dan harus membiasakan diri dengan sesuatu yang bukan aku. Mungkin kelihatannya egois dan gw terlihat seperti mercusuar anti perubahan , idealis kesiangan, atau apapun juga yang harus siap musnah karena tidak bisa menyesuaikan diri. Tapi kenyataannya adalah, prinsip gw sejalan dengan apa yang ada di perusahaan. kami bak rel kereta apa yang memegang kepentingan masing-masing, tapi menuju ke arah yang sama. Gw ngga keberatan untuk setiap malam keluar kantor jam 8 untuk berlama-lama bikin memo, ngerjain kerjaan yang harusnya bisa dikerjain besok, clean desk, filing....apapun... Thamrin was my second home. Icount this year as mine, also.

2009

Mulai pindah ke Niaga Tower. Masih terhitung menyenangkan rasanya. Ada beberapa teman baru yang bahkan bertahan menjadi teman diskusi ttg hal-hal kerja dan pribadi hingga saat ini. Awalnya juga sempet nggak enak, karena gw harus menyesuaian (lagi?). Well, masih bisa dinetralisir dengan kenyataan bahwa gw rasa semua angkatan PPE juga melakukan hal yang sama : penyesuaian. So pindah cabang bukan perkara besar bwt gw. Ngga ada peristiwa yang cukup berarti, gw masih melakukan hal yangg sama sejak tahun kemarin. Masih dengan semangat yang sama, masih dengan idealisme yang sama, masih dengan tujuan yang sama.

2010

Dan terjadilah yang disebut : merger. Sekitar pertengahan tahun, sampai dengan akhir tahun. Ngga sama dengan yang sudah-sudah. Dimasa ini gw mulai mengalami perubahan kebiasaan, aturan, tubruk sana tubruk sini, ketemu sama orang-orang baru lagi, buang sana, tempel sini....semuanya terjadi begitu cepat dan kami, gw, dipaksa untuk mengikuti arus perubahan yang ada. Ini adalah masa berharga dimana ngga semua bankers muda mengalami yang namanya merger. Dan atas pengalaman berharga ini, gw harus mengucapkan terimakasih banyak kpd kantor gw. Tapi disaat yang bersamaan juga gw harus marah pada kenyataan karena ada begitu banyak hal dari gw yang harus ”diambil”. Gw mulai kehilangan idealisme yang harus dimakan mentah-mentah sama kenyataan baru yang terjadi. Gw mulai melihat sebuah tatanan baru yang...bukan menuju kearah perbaikan bersama, antara karyawan dengan perusahaan. Hanya ada salah satu pihak yang diuntungkan. Bagi mereka yang berpengalaman didunia perbankan lebih dari 5 tahun, banyak yang memilih opsi "leave" dari pada harus "stay and respect". Gw masih berusaha membaca situasi dan meyakinkan diri bahwa somehow perubahan menuju ke arah perbaikan lah yang akan terjadi. Menunggu, wait and see....Sembari melanjutkan stress , dengan varian baru yang kali ini sudah mengalami evolusi dan regenerasi...yang entah bagaimana...gw merasa tidak akan mampu melewatinya....Gw mulai belajar untuk menjadi seseorang yang realistis di dunia kerja. It was sucks... I think this year can't be counted as mine like before...

2011

Apa karena keluarga? Atau karena kejadian di Gatot Subroto? Atau karena akumulasi muak dari tahun 2010 yang sudah ngga bisa lagi gw tahan? Atau karena kondisi jalanan Jakarta yang menggila? Atau karena makin sedikit angkatan PPE yang masih bertahan di sini, sementara sebagian besar lainnya sudah bekerja di tempat lain?

Gw nggak pernah tau pasti karena apa, tapi yang jelas, gw butuh alasan kuat untuk meyakinkan gw tetap bekerja di sini. Semua visi dan semangat, semua cita-cita, semua idelisme dan kebanggan yang gw punya di awal tahun dulu sekarang hilang sudah. Dan digantikan dengan “kenyataan dunia kerja” yang justru bikin gw semakin tidak bisa menyusukuri apa yang sudah gw punya. Pemandangan yang setiap hari harus gw saksikan di kantor...I don't want to grow old in “this” kind of palce, with “these” kind of people around me...


Adios CIMB...


Sabtu, 16 Juli 2011

hampir setaun lewat...

nggak ngeblog...
wiiiiih, udah beda dunia dengan tingkat solitare makin kecil hehehehe...

fffiiiuhhhh...rindu menulis :)

Kamis, 23 September 2010

Sinar Matahari

Sinar Matahari itu sumber kehidupan di bumi. Yang menerangi semua sehingga terlihat.
Sinar Matahari itu yang memulai hari dan menjalani waktu, sampai akhirnya redup dan hilang diganti malam.
Sinar Matahari itu alasan kehidupan berputar, yang membuat waktu terus berjalan.
Sinar Matahariku hanya satu....dan itu kamu.

Selasa, 14 September 2010

Untuk pertama kalinya setelah ratusan caci maki di blog ini, akhirnya gw harus mengakui bahwa setelah visit pertama ke Bellagio siang ini, gw kangen kantor...

Kangen ibu-ibu rempong...sonya, andin, deri, vita, mitri... Mereka dengan celaanya, becandaannya, ngrumpi dan gosipnya, marah-marahnya, cueknya... I miss them... There will be nothing more to left after this month. Semuanya udah beda sejak merger.
Kangen hecticnya orang-orang, kangen nasabah cerewet, kangen juggling time and rush hour, kangen ngajuin proposal kredit, kangen ngadep bos, kangen Niaga Tower...


Rabu, 18 Agustus 2010

Biarlah cintaku melayang jauh…tiada ragu…Akan kuceritakan pada dunia, rasa cinta yang ada…Biar badai datang dan mengguncang hatiku, percayalah kasih, tiada kan terhapus, cintaku…

Lagu lamanya Yana Yulio emang paling pas buat menggambarkan apa yg gw punya buat Nuno. Hati ini nggak berhenti bernyanyi tiap ngliat mukanya. Dan pose manyun bibirnya yang paling bisa bikin gw tertawa. Nuno juga yang bikin gw sampai 5 kali dalam sehari up date status facebook dan twitter, cuma karena gw pengen ngasih tau kepada dunia tentang betapa amazingnya menjadi seorang ibu…Setiap pagi, rasanya nggak sabar untuk segera nemuin dia di RS. Dan setiap mau pulang malamnya selalu mengharu biru nggak rela ninggal dia di kamar isolasi sendirian semaleman…Tapi…berita baiknya adalah besok Nuno boleh pulang. Seharian lagi bersama gw, semaleman lagi begadang bersama gw…dan yang paling penting dalam kondisi sudah sehat!

Haduh nak, ibu kangen banget inih… L

Minggu, 15 Agustus 2010

Daniel Ferenuno Danniswara

4 Agustus 2010.

Buat semua rasa yang ada selama 9 bulan dia didalam perutku, seneng, sedih, gembira, marah, capek, bingung....akhirnya lahir juga si kecil. Melalui persalinan normal yang puji Tuhan aku lewati dengan lancar dan ditemani oleh orang-orang terkasih. Sempet agak sedih juga karena mama papa dan Nia nggak ada disampingku untuk menemani. Lucky me to have my husband beside me, dari awal sampai selesai.
Sakitnya melahirkan....nggak ada apa-apanya dibandingkan perasaan mengharu biru waktu pertama denger suara tangisnya dan ngliat si kecil yang masih biru dan ada darahnya crawling di dadaku. It was my best time in my live ever...

Beberapa hari setelah dia lahir memang masa transisi yang berat...dan jujur aq hampir mengira kalau kena baby blues. Tapi untungnya segera sadar bahwa ini hanya penyesuaian fisik dan kerja hormon tubuh pasca melahirkan dan ritme baru karena ada si kecil yang sebenarnya juga sedang menyesuaikan diri dengan dunia diluar perutku. Jadi, seminggu setelah melahirkan adalah masa perkenalan ulang antara aku dan si kecil , belajar lagi dari awal tentang bagaimana kami harus survive...

Sampai akhirnya sekarang umurnya 12 hari dan dia masih harus stay di rs untuk menjalani bbrp pemeriksaan lagi, karena sakitnya... Hhhh, rasanya kalau bisa pengen diminta aja sakitnya si kecil, supaya aku aja yang sakit. Bounding antara kami masih terlalu kuat dan apa yang dirasakan satu sama lain pasti akan terasa oleh yang lain. Awalnya aku nggak bisa berhenti nangis setiap inget dan lihat dia sakit, tapi begitu ingat bahwa aku harus kuat supaya bisa memberi energi positif untuk penyembuhannya, aku nggak punya pilihan lain untuk bener-bener kuat. Bukan buat diriku sendiri, tapi buat si kecil. Rasanya terlalu egois kalau aku menuruti kesedihanku karena nggak tega liat di dirawat. Jadilah...setiap kali dia ada di pelukanku untuk menyusu, senyum dan perasaan bahagia yang aku coba "transfer" ke si kecil.

Buat aku dia malaikat dan mukjijat, hidup dan segalanya, blood of my blood....
Bisa betah dan nggak berpaling sekalipun harus menatap mukanya 24 jam seharian..



Selasa, 27 Juli 2010

Pindahin aja!

Hari ini seneng deh ada artikel di kompas.com, yang ditulis oleh seorang dosen Atma Jaya Jogjakarta tentang ide pindahin ibukota dan pemerintahan Indonesia keluar Jakarta.
Ternyata da juga masyarakat "outer" Jakarta yang peduli sama ibukota negri ini yang ibarat orang sakit kanker, harus sudah diamputasi supaya nggak merembet ke organ tubuh yang lain (walaupun agak telat juga...).
Pindahin ibukota...
Pindahin pemerintahan dan departemen-departemennya...
Stop pembangunan mall, tower dan universitas / institusi pendidikan...

Waktunya otonomi daerah Jakarta yang sudah kebablasan ditangani dan diambil alih sama pusat, untuk segera DIAMPUTASI saja penyakit kemacetan yang sudah parah ini :)

Wah, jadi nggak sabar untuk segera debat kusir sama temen gw yang kerja di Dephub nih, pasti bakal seru obrolannya. Secara dia ngrasa udah kerja sampe kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala ngerjain blueprint masterplan Jakarta dimasa yang akan datang, masiiiih aja kerjaannya gw celain hehehee...sorry to say ya.... :D