Buat mereka yang sudah lama terjun dan bekerja dalam team dan harus memimpin anak buah…mungkin postingan gw akhir2 ini sounds like an old story yang membawa ingatan masa lalu tentang bagaimana suka-dukanya memimpin diri sendiri dan orang lain.
*Sigh*
Sepertinya tantangan dari bos gw beberapa waktu yang lalu memang direstui sama Sang Penguasa Waktu, karena nggak lama setelah percakapan 5 menit yang tak terduga diruang meeting itu, gw dapet email dr Haya n team yang nawarin buka booth di Ambassador dengan target yang ehm…agak nggak masuk akal. Not a quick decision to hit, gw timbang-timbang-pikar-pikir, gw tanya ke team n minta pendapat jujur mereka tentang kesempatan ini, gw discuss sm bos n Wulan, gw discuss sm Haya...dan…dalam waktu kurang dr 1 hari plus sedikit nekat, akhirnya gw putuskan untuk ambil project ini.
Awalnya team gw sempet ragu-ragu, karena targetnya agak nggak masuk akal dan mereka terlalu mengandalkan kemampuan SPG . Dengan terbata-bata, gw memberanikan diri untuk menumbuhkan keyakinan mereka bahwa kita bisa melakukannya as a team. Slogan parpol banget sih, tapi ternyata itulah jembatan komunikasi dimana gw pengen banget bisa menterjemahkan visi dan misi company ke visi dan misi team as a part of the company that comes along in a line. Lebai? Idealis? Naif? Sia-sia? Pahlawan kesiangan? Tukang mimpi disiang bolong? You name it. Tapi kesempatan tidak datang untuk yang kedua kalinya (kecuali kita ciptakan sendiri). Gw harus bisa nunjukkin ke mereka bahwa tujuan ini nggak akan berakhir sia-sia dan sesuatu yang dimulai dengan baik , pasti akan berakhir dengan baik, walaupun prosesnya mungkin akan sedikit "nggak baik". Berpartner sama Wulan , gw pengen menumbuhkan keyakinan bahwa project ini cukup pantas untuk diperjuangkan oleh kami berenam. Sinisme dan pesimisme yg ada dalam team pengen gw kikis sedikit demi sedikit walaupun nggak mudah. I just have to do it right so my team will do it better than perfect . Gw melihat angka dalam target hanyalah spesifikasi teknis yang dengan sendirinya akan mengikuti proses yang kami lalui, I will not put my focus on it. Gw percaya sama kemampuan mereka, dan hanya itu yang gw perlukan dalam proses menjadi motivator dan role model project ini dan project2 kami selanjutnya.
Selain itu juga sebetulnya gw berharap bahwa perusahaan nggak menggunakan sistem perhitungan bonus yang nggak jelas spt yang terjadi bulan Februari lalu. Karena kebijakan bonus itu menurut gw agak nggak transparan, dan demotivasi yang muncul dlm diri beberapa orang akan menyebar dengan cepat seperti virus penyakit, and I don’t like it at all. Gw berusaha untuk melihat dari sudut pandang lain, bahwa perusahaan saat ini sedang konsentrasi sama merger. Sebelum SPD 1, semua perhatian akan tertuju pada sistem dan infrastuktur, jadi gw bisa maklum kalo arah kebijakan, sistem perhitungan, harmonisasi peraturan dan apapun yang dikerjain sama orang HR, masih belum final dan belum firm. Tapi apa semua orang punya pemahaman yang sama dengan gw? do they think the way I do? *gasp*
What a merge…
What a project...
What a team…
What a (learning process to be a good) leader…
Kamis, 26 Maret 2009
Sabtu, 28 Februari 2009
Selasa, 24 Februari 2009
24-2-09
*mengapa ini semua terasa begitu menyakitkan?*
karena kamu sedang belajar... Belajar untuk melihat bahwa dunia ini tidak hanya tentang pelangi dan matahari. Terkadang ada badai dan hujan yang datang. Dan aku ingin percaya bahwa kamu adalah seseorang yang cukup kuat untuk bisa menerima hal ini.
Karena, hanya butuh waktu sedetik untuk mencintai kelebihannya, namun butuh seumur hidupmu untuk menerima kekurangannya sebagai bagian dari cintamu. Hanya dia yang berani mempertaruhkan selamanya yang akan menjadi pemenang atas cinta yang ia miliki.
Sayangnya...kita tidak pernah bisa menebak siapa yang berdiri disebelah sang waktu pada saat ia seolah berhenti berputar. Saat sadar sang waktu telah berlalu meninggalkanmu begitu jauh, saat itulah kamu akan memberikan selamanya untuk mengembalikan dia yang sudah pergi.
Belajarlah...bahwa menerima adalah bagian dari mencintai tanpa batasan dari sang waktu.
karena kamu sedang belajar... Belajar untuk melihat bahwa dunia ini tidak hanya tentang pelangi dan matahari. Terkadang ada badai dan hujan yang datang. Dan aku ingin percaya bahwa kamu adalah seseorang yang cukup kuat untuk bisa menerima hal ini.
Karena, hanya butuh waktu sedetik untuk mencintai kelebihannya, namun butuh seumur hidupmu untuk menerima kekurangannya sebagai bagian dari cintamu. Hanya dia yang berani mempertaruhkan selamanya yang akan menjadi pemenang atas cinta yang ia miliki.
Sayangnya...kita tidak pernah bisa menebak siapa yang berdiri disebelah sang waktu pada saat ia seolah berhenti berputar. Saat sadar sang waktu telah berlalu meninggalkanmu begitu jauh, saat itulah kamu akan memberikan selamanya untuk mengembalikan dia yang sudah pergi.
Belajarlah...bahwa menerima adalah bagian dari mencintai tanpa batasan dari sang waktu.
Senin, 23 Februari 2009
Before Single Platform Day One
15.40
Terjebak dalam sosialisasi produk dan program dari Lippo. Virtual account, e-tax, payroll system, what so ever! Pengen banget rasanya bisa memahami manfaat dr apa yang dipresentasikan, tapi kok gw ngerasa bahwa seharusnya orang2 dr bagian komersil atau korporet lending yang ada disitu. Incoming collection dalam jumlah ratusan itu kan cocoknya untuk perusahaan kyk asuransi, sekolah, franchise dll dll dll, which is...mereka adalah nasabahnya corporate and or business banking.
Sempet kepikiran kalau overlap segmentasi produk yang nggak jelas hanyalah tahap awal dari proses merger. Produk cons dijual di comm, produk comm dijual di corp, produk corp dijual di cons. Dan yang jela sebelum Single Platform Day 1 this kind of s**t meeting will never end. *gasp*
17.46
Di jalan otw home, kena macet dan dalam kondisi sangat lapar, kepala gw kompak marompak jadi pusing. Berat banget rasanya. Padahal gw jarang pusing , kenapa akhir2 ini stamina gw gampang banget rontok ya? Gampang capek, kena AC sedikit pusing (dasar katro!), ngliat komputer dikit berkunang-kunang, jalan kaki dikit pegel-pegel, kenapa ya...?
20.52
Disela-sela sakit kepala yang makin parah...rasanya kepala mau pecah!
Merger.
proses penyatuan dua institusi yang besar dan tumbuh dengan masing-masing karakter. Sistem, SDM, produk, infrastruktur, legal, teknologi, kapital dan masih banyak lagi aspek yang harus dilebur menjadi satu. Baik Lippo maupun Niaga, keduanya sudah berusia lebih dari 50 thn. Corporate culture, visi-misi n ritme kerja pasti sudah tercermin dan melekat dengan jelas dalam benak setiap karyawan. Sebetulnya gw suka sama konsep merger yang ditawarkan sm management : merging of two power , consumer (Lippo) n corporate (Niaga). Konsep ini saling melengkapi satu dengan yang lain. Consumer vs corporate, service vs network, mass vs customize. Gw suka banget dengan hal-hal baru yang ditawarkan oleh management. Gw juga pasti akan sangat bangga kalo bisa melewati masa ini sbg salah seorang X-BN, yang bisa membawa *karakter* BN didalam CIMB. Terlepas dari kewajiban untuk blending dengan X-LB, gw juga suka nambah temen.
But to be honest...
prosesnya memang tidak semudah angan-angan. Contohnya adalah meeting sore ini. Begitu tau topiknya virtual account, payroll n e-tax, gw (jujur aja) prefer untuk ngobrol sama Mit drpd menyimak apa yang disampaikan. "Nanti juga dishare diemail." gitu pikir gw.
Hehehe, bandel yah.
21.18
Pengen nunggu 00.01 tapi kok kepala rasanya makin berat ya...
Terjebak dalam sosialisasi produk dan program dari Lippo. Virtual account, e-tax, payroll system, what so ever! Pengen banget rasanya bisa memahami manfaat dr apa yang dipresentasikan, tapi kok gw ngerasa bahwa seharusnya orang2 dr bagian komersil atau korporet lending yang ada disitu. Incoming collection dalam jumlah ratusan itu kan cocoknya untuk perusahaan kyk asuransi, sekolah, franchise dll dll dll, which is...mereka adalah nasabahnya corporate and or business banking.
Sempet kepikiran kalau overlap segmentasi produk yang nggak jelas hanyalah tahap awal dari proses merger. Produk cons dijual di comm, produk comm dijual di corp, produk corp dijual di cons. Dan yang jela sebelum Single Platform Day 1 this kind of s**t meeting will never end. *gasp*
17.46
Di jalan otw home, kena macet dan dalam kondisi sangat lapar, kepala gw kompak marompak jadi pusing. Berat banget rasanya. Padahal gw jarang pusing , kenapa akhir2 ini stamina gw gampang banget rontok ya? Gampang capek, kena AC sedikit pusing (dasar katro!), ngliat komputer dikit berkunang-kunang, jalan kaki dikit pegel-pegel, kenapa ya...?
20.52
Disela-sela sakit kepala yang makin parah...rasanya kepala mau pecah!
Merger.
proses penyatuan dua institusi yang besar dan tumbuh dengan masing-masing karakter. Sistem, SDM, produk, infrastruktur, legal, teknologi, kapital dan masih banyak lagi aspek yang harus dilebur menjadi satu. Baik Lippo maupun Niaga, keduanya sudah berusia lebih dari 50 thn. Corporate culture, visi-misi n ritme kerja pasti sudah tercermin dan melekat dengan jelas dalam benak setiap karyawan. Sebetulnya gw suka sama konsep merger yang ditawarkan sm management : merging of two power , consumer (Lippo) n corporate (Niaga). Konsep ini saling melengkapi satu dengan yang lain. Consumer vs corporate, service vs network, mass vs customize. Gw suka banget dengan hal-hal baru yang ditawarkan oleh management. Gw juga pasti akan sangat bangga kalo bisa melewati masa ini sbg salah seorang X-BN, yang bisa membawa *karakter* BN didalam CIMB. Terlepas dari kewajiban untuk blending dengan X-LB, gw juga suka nambah temen.
But to be honest...
prosesnya memang tidak semudah angan-angan. Contohnya adalah meeting sore ini. Begitu tau topiknya virtual account, payroll n e-tax, gw (jujur aja) prefer untuk ngobrol sama Mit drpd menyimak apa yang disampaikan. "Nanti juga dishare diemail." gitu pikir gw.
Hehehe, bandel yah.
21.18
Pengen nunggu 00.01 tapi kok kepala rasanya makin berat ya...
Minggu, 22 Februari 2009
What Next ?
Abis nonton Kick Andy dan ngerasa senewen sama semrawutnya kehidupan sosial ekonomi di Jakarta, what next?
Abis coba cari sparing partner untuk diskusi *kenapa gw harus sekolah lagi?* -dan nggak nemu orang yang tepat-, what next?
Kalimat "what next" ini ternyata ampuh juga kalo disampaikan ke pemimpi kayak gw yang isi kepalanya segudang but nothing to deal with realization hehehe
Abis coba cari sparing partner untuk diskusi *kenapa gw harus sekolah lagi?* -dan nggak nemu orang yang tepat-, what next?
Kalimat "what next" ini ternyata ampuh juga kalo disampaikan ke pemimpi kayak gw yang isi kepalanya segudang but nothing to deal with realization hehehe
Minggu, 15 Februari 2009
Flashback (3)
Post dr multiply.
Selasa, 9 Desember 2008
9.31 PM
Hari ini nilainya 8,5. Lumayan kan, untuk sebuah hari Selasa awal minggu setelah long weekend? Biasanya hari pertama masuk kantor setelah libur panjang isinya males dan pengen pulang cepet. Tul ga ? =P Well anyway, kenapa hari ini nilainya 8,5? Karenaaaa... alasan utama tulisan gw nggak pernah fokus dan selalu melebar kemana-mana sudah ketemu! Daaan, ilham ini gw peroleh dengan tidak sadar. Maksud gw, memang nggak sengaja, pas nulis tiba-tiba ide itu datang. Ini yang dari dulu gw tunggu-tunggu.
And the reason are:
1.Topik utamanya nggak jelas. Gimana mau jelas, secara awal nulis nentuin topik aja enggak! Hehehe, dasar penyakit! Secara lagi, yang namayan perasaan gw gampang banget berubah, kalau ditengah cerita, tiba-tiba perasaan gw berubah, buyar juga deh itu jalan cerita; buntut2nya jadi nggak nyambung sama awal ceritanya. Kalaupun nyambung, ya itu juga dipaksa-paksain nulis 3-4 hari kemudian setelah ”rasa” itu datang lagi. Selama ”rasa yang muncul” diawal cerita belum datang, yaaaa...nggak bakal cerita itu nyambung. Dapet salam dari temennya tahu : cabe deh!
2.Inspirasi memang seringkali datang. Tapi jauh lebih sering gw biarkan berlalu begitu saja. Untuk menuangkannya kedalam tulisan itu lah yang gw masih suka males-malesan. Padahal, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati, ya toh? Halagh. Maksud gw, mau se-nendang apa pun inspirasi yang gw dapet, tapi kalo nggak segera dirangkai dalam kalimat ya nggak akan menghasilkan cerita apa pun! Damn! Kenapa baru sadar sekarang ya?
Tapi sisi baiknya adalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jadi, walaupun dengan sedikit kelelahan karena jalan-jalan kesana kemari (jalan kaki beneran, bukan naik mobil), tapi gw seneng, karena ternyata memang untuk melakukan sebuah perubahan, yang dibutuhkan hanya keberanian melewati langkah awal dan sebuah niat untuk melakukannya.
Dari manakah datangnya kesadaran ini? Percaya nggak sih, gw yang biasanya nyaman dengan ketidaktahuannya akhirnya mulai punya rasa terusik juga. Malu sama orang-orang karena gw jauh ketinggalan informasi kali ya. Biasanya kalo nggak tau tentang sesuatu yang lagi up to date, tinggal pasang muka bego, balik kanan maju jalan, habis perkara! Nggak ada tuh yang namanya rasa malu atau ingin tau. Yang nggak tau kan gw, kenapa lo yang pusing ? gw anteng-anteng aja kagak tau, kenapa lo yang belingsatan kalo kagak tau ?
Idiiiih, stubborn banget yah! Sekarang nggak lagi-lagi deh cuek bebek yang model begitu. Pengennya kalo pas lagi diajak ngomong dan nggak nyambung, langsung cari tau soal topik yang barusan diomongin. Kayak ada yang ganjel gitu di hati. Tengsin. Pengen tau. ”Kok gw bisa nggak tau ya?”. Emang sih, gw bukan google.com berjalan yang bisa tau apapun sekali ngetik kata kunci, tapi yaaa...minimal kalo ada yang ngobrol soal topik tertentu, gw pernah denger.
Dan ternyata, menulis adalah perkara yang sama.
Gw cuma harus lebih pay attention sama topik utama dan put more effort untuk duduk didepan laptop dan ngetik. After all, let the finger take control. “Jangan mikir, nulis aja!”. Mudah-mudahan ya, 2009 ini bener2 waktunya gw untuk mulai nulis.
Selasa, 9 Desember 2008
9.31 PM
Hari ini nilainya 8,5. Lumayan kan, untuk sebuah hari Selasa awal minggu setelah long weekend? Biasanya hari pertama masuk kantor setelah libur panjang isinya males dan pengen pulang cepet. Tul ga ? =P Well anyway, kenapa hari ini nilainya 8,5? Karenaaaa... alasan utama tulisan gw nggak pernah fokus dan selalu melebar kemana-mana sudah ketemu! Daaan, ilham ini gw peroleh dengan tidak sadar. Maksud gw, memang nggak sengaja, pas nulis tiba-tiba ide itu datang. Ini yang dari dulu gw tunggu-tunggu.
And the reason are:
1.Topik utamanya nggak jelas. Gimana mau jelas, secara awal nulis nentuin topik aja enggak! Hehehe, dasar penyakit! Secara lagi, yang namayan perasaan gw gampang banget berubah, kalau ditengah cerita, tiba-tiba perasaan gw berubah, buyar juga deh itu jalan cerita; buntut2nya jadi nggak nyambung sama awal ceritanya. Kalaupun nyambung, ya itu juga dipaksa-paksain nulis 3-4 hari kemudian setelah ”rasa” itu datang lagi. Selama ”rasa yang muncul” diawal cerita belum datang, yaaaa...nggak bakal cerita itu nyambung. Dapet salam dari temennya tahu : cabe deh!
2.Inspirasi memang seringkali datang. Tapi jauh lebih sering gw biarkan berlalu begitu saja. Untuk menuangkannya kedalam tulisan itu lah yang gw masih suka males-malesan. Padahal, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati, ya toh? Halagh. Maksud gw, mau se-nendang apa pun inspirasi yang gw dapet, tapi kalo nggak segera dirangkai dalam kalimat ya nggak akan menghasilkan cerita apa pun! Damn! Kenapa baru sadar sekarang ya?
Tapi sisi baiknya adalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jadi, walaupun dengan sedikit kelelahan karena jalan-jalan kesana kemari (jalan kaki beneran, bukan naik mobil), tapi gw seneng, karena ternyata memang untuk melakukan sebuah perubahan, yang dibutuhkan hanya keberanian melewati langkah awal dan sebuah niat untuk melakukannya.
Dari manakah datangnya kesadaran ini? Percaya nggak sih, gw yang biasanya nyaman dengan ketidaktahuannya akhirnya mulai punya rasa terusik juga. Malu sama orang-orang karena gw jauh ketinggalan informasi kali ya. Biasanya kalo nggak tau tentang sesuatu yang lagi up to date, tinggal pasang muka bego, balik kanan maju jalan, habis perkara! Nggak ada tuh yang namanya rasa malu atau ingin tau. Yang nggak tau kan gw, kenapa lo yang pusing ? gw anteng-anteng aja kagak tau, kenapa lo yang belingsatan kalo kagak tau ?
Idiiiih, stubborn banget yah! Sekarang nggak lagi-lagi deh cuek bebek yang model begitu. Pengennya kalo pas lagi diajak ngomong dan nggak nyambung, langsung cari tau soal topik yang barusan diomongin. Kayak ada yang ganjel gitu di hati. Tengsin. Pengen tau. ”Kok gw bisa nggak tau ya?”. Emang sih, gw bukan google.com berjalan yang bisa tau apapun sekali ngetik kata kunci, tapi yaaa...minimal kalo ada yang ngobrol soal topik tertentu, gw pernah denger.
Dan ternyata, menulis adalah perkara yang sama.
Gw cuma harus lebih pay attention sama topik utama dan put more effort untuk duduk didepan laptop dan ngetik. After all, let the finger take control. “Jangan mikir, nulis aja!”. Mudah-mudahan ya, 2009 ini bener2 waktunya gw untuk mulai nulis.
Flashback (2)
Post dr multiply Desember kemaren
8 Desember 2008,
1:10 am
Gw belum bisa tidur jam segini.
Padahal Perempuan Lain dan bab terakhir ”L”( both by Kristry Nelwan) udah gw sikat, tapi mata ini tetep nggak mau diajak kompromi. Secara besok ada acara reunian sama temen2 kuliah jam 10 pagi, harusnya sekarang ini gw udah mimpi, dan bukannya melototin monitor laptop!
Hhhh...I’m so cranky this dawn Pikiran2 tolol tentang apa yang harus gw kerjakan hari Selasa besok sudah mulai bersliweran dikepala. Why am I so restless ? sekaliiii aja Dent, bisa nggak sih nggak mikirin yang nggak penting and just enjoy your life?
Kok terdengar seperti kalimatnya siapaaa gitu ya? Jadi inget dia deh.
Dan monologue didalam diri sendiri pun terjadilah.
“Damn, I miss him so much!” Aku coba telp aja kali ya…”
“Jam segini ? dia pasti udah tidur… !”
”Ya udah, sms aja! ”
”Percuma lah, paling dia baca besok pagi!”
”Iihh, niat nggak sih kangennya ? Lagian , pake acara berantem segala... Berantem kok dijadiin hobi...”
”Loh, salah siapa ngajakin berantem ? yang childish itu siapa ? yang mulai duluan itu kan... Coba kalo dia nggak...bla...bla...bla...”
Bawel ah gw...tetep aja kangen...
Anyway, ngomong2 soal Kristy Nelwan...
Gw jadi ngefans berat sama neng geulis satu ini semenjak baca “L” dan ”Perempuan Lain” (PL). Dua buku ini udah jelas jaminan mutu karena beberapa alasan. Pertama, penerbitnya Grasindo, jadi gw yakin editornya pasti oke. Kedua, novel ini dibuat oleh twenty something metropop woman, yang kehidupannya nggak jauh2 dari seputar work and love life. Gw banget ? nggak juga. Pasti ada jutaan perempuan di ibu kota Indonesia yang pernah mengalami hal serupa dengan apa yang ditulis di novel ini. Real life banget deh pokoknya, berasa nyambung sama kehidupan sehari-hari. Ketiga, bahasa dan tema novel ini simple, mudah dipahami, nggak njelimet, apa adanya dan fresh. Tepat dijadikan pilihan buat penghilang stress dan membunuh waktu senggang. Nggak ada lagi bete kalo udah baca novelnya Kristy, even after many times. Keempat, mungkin jadi alasan paling nggak penting buat lo tapi jadi perhatian tersendiri buat gw karena ada faktor pengalaman pribadi. Di kedua novel Kristy, ada seting kota Bandung, Jogja, Bali dan Jakarta. Jogja dan Bandung, my love story ada di dua kota itu :) Bali, tempat backpacking yang sampe sekarang belum kesampean. Jakarta, this damn city is where I’m living now. Jadi ya…berasa ada kesamaan dengan tokoh utamanya. Hihihi, nggak nyambung ya ? Biarin deh ah, sini gw sambungin pake tali :).
Once you have it, you will ask for more.
Ya begitulah… Setelah tau bahwa ternyata “L” adalah buku keduanya, gw jadi penasaran sama buku pertamanya. Hunting hunting dan hunting, ketemulah sama si “Perlempuan Lain (PL)”. Hehehe, nggak kalah seru te/rnyata. Temanya masih diseputar love and work.
Karena background pekerjaannya adalah dunia entertainment, jadilah tokoh-tokoh di novel ini berasal dari dunia itu, EO, radio, stasiun TV lokal. Dengan gayanya Kristy berhasil menggambarkan suasana dibelakang layar pekerjaan (yang tampak) nan gemerlap itu. Dikejar deadline, sehari cuma tidur 2 jam, coffee, editing, presentasi yang penuh ide dan kreativitas .. Aduh, gw jadi inget sama gaya presentasi yang ada di kantor : grafik, angka, SWOT, strategi. Crap! Sepertinya cukup menantang. Yang jelas sih nggak cocok banget sama ritme dan jam tidur gw. Jam 10 malem kan mata ini udah kayak panda. Bedanya, lingkaran hitam di dua bola mata panda lah yang bikin hewan ini jadi kelihatan lucu. Sementara lingkaran hitam di dua bola mata ini justru membuat muka gw terlihat seperti Smeagol di LOTR. Crap.
Looks like she loves her life.
Sama halnya dengan Ika Natassa…
Ika Natassa ???
Waaaa, gw jadi semangat kalo ngebahas dia. This fun fearless female adalah favorit gw juga. 11-13 sama Kristy Nelwan. Tapi 11-12 sama Denta Felli Ananda! Hahaha, ngarep!
Ok, ok, lets talk about her books, A Very Yuppy Wedding dan Divortiaire.
Tiga alasan pertama kenapa gw suka sama novelnya Ika sama dengan kenapa gw suka sama novelnya Kristy (please read the paragraph above, hehehe). Alasan keempatnya yang agak beda. Well, begitu kalian baca dua novelnya ini pasti langsung ngeh deh; dan komen pertama yang pasti muncul adalah …“ Denta bangeeeedddd” :)
Yes sir! banker-wati memang rata2 dunianya penuh dengan juggling time, rush hour , meeting yang nggak jelas waktunya, entertain client, target booking, and of course sepaket dengan Jimmy Choo dan Masimo Dutti.
Cengar cengir senyam senyum dan manggut-manggut adalah reaksi yang keluar setiap kali gw ganti halaman. Ngerti banget sama apa yang Ika tulis dan gambarkan, karena itulah yang gw alami setiap hari (kecuali bagian OTS yang mengharuskan keluar Jawa, untung nasabah gw masih diseputar Jakarta semua).
Gw sempet nanya sama temen yang kerja di tempat dimana Ika bekerja. Memang dia bilang yang ditulis Ika itu agak berlebihan, “No such a drama queen in my office Dent”, gitu katanya. Well, pendapat dan opini orang bisa macem-macem.
Yang pengen gw tekankan dan share dib log dalam rangka nggak bisa tidur yang nggak jelas malam ini adalah : hidup yang penuh makna dari seorang wanita bernama …(dalam hal ini adalah) Kristy Nelwan dan Ika Natassa
Guys, gw selalu admire seorang perempuan yang bisa menjadi wanita seutuhnya untuk diri mereka sendiri , terlebih untuk orang lain. Gini maksudnya.
Ika dan Kristy adalah wanita wanita yang super sibuk dengan pekerjaan utama masing-masing ; dan tampil prima setiap saat sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Melelahkan ? Pastinya! Butuh waktu, tenaga, pikiran dan effort yang nggak sedikit untuk bisa ada diposisi mereka saat ini. But they do love their life ! Bahkan, diluar itu, mereka menghasilkan sesuatu dengan melakukan hal-hal yang mereka sukai. Uang ? barang ? jadi terkenal ? Bukan! Not such a material thing, fellow. Mereka menghasilkan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh orang banyak. Dan itu mereka lakukan disela-sela keterbatasan yang mereka miliki.
Apa gunanya menggarami air laut ?
Apa gunanya menggarami sayur sop buatan sendiri waktu kita sedang belajar masak?
2.15 am
Dan gw masih segar bugar. Siaul. Ayo dong ngantuk !
Damn, gara2 tadi nyebut sayur sop, gw jadi inget sop ikan batam favorit gw, favoritnya dia juga sih. Tuh kan, jadi inget lagi deh sama dia. Gimana sih? kan lagi berantem...
”Hehehe, see ? udah gw bilang dari tadi. Coba deh telpon dia, atau sms bilang lo kangen. Setelah itu baru lo bisa tidur pulas.”
Rasanya terlalu bego malem ini kalau nggak menuruti suara yang tiba-tiba muncul karena inget sop ikan batam. Gw mau sms ah, biarin aja dia baca besok siang.
Udahan yuk berantemnya…kangen nih...
8 Desember 2008,
1:10 am
Gw belum bisa tidur jam segini.
Padahal Perempuan Lain dan bab terakhir ”L”( both by Kristry Nelwan) udah gw sikat, tapi mata ini tetep nggak mau diajak kompromi. Secara besok ada acara reunian sama temen2 kuliah jam 10 pagi, harusnya sekarang ini gw udah mimpi, dan bukannya melototin monitor laptop!
Hhhh...I’m so cranky this dawn Pikiran2 tolol tentang apa yang harus gw kerjakan hari Selasa besok sudah mulai bersliweran dikepala. Why am I so restless ? sekaliiii aja Dent, bisa nggak sih nggak mikirin yang nggak penting and just enjoy your life?
Kok terdengar seperti kalimatnya siapaaa gitu ya? Jadi inget dia deh.
Dan monologue didalam diri sendiri pun terjadilah.
“Damn, I miss him so much!” Aku coba telp aja kali ya…”
“Jam segini ? dia pasti udah tidur… !”
”Ya udah, sms aja! ”
”Percuma lah, paling dia baca besok pagi!”
”Iihh, niat nggak sih kangennya ? Lagian , pake acara berantem segala... Berantem kok dijadiin hobi...”
”Loh, salah siapa ngajakin berantem ? yang childish itu siapa ? yang mulai duluan itu kan... Coba kalo dia nggak...bla...bla...bla...”
Bawel ah gw...tetep aja kangen...
Anyway, ngomong2 soal Kristy Nelwan...
Gw jadi ngefans berat sama neng geulis satu ini semenjak baca “L” dan ”Perempuan Lain” (PL). Dua buku ini udah jelas jaminan mutu karena beberapa alasan. Pertama, penerbitnya Grasindo, jadi gw yakin editornya pasti oke. Kedua, novel ini dibuat oleh twenty something metropop woman, yang kehidupannya nggak jauh2 dari seputar work and love life. Gw banget ? nggak juga. Pasti ada jutaan perempuan di ibu kota Indonesia yang pernah mengalami hal serupa dengan apa yang ditulis di novel ini. Real life banget deh pokoknya, berasa nyambung sama kehidupan sehari-hari. Ketiga, bahasa dan tema novel ini simple, mudah dipahami, nggak njelimet, apa adanya dan fresh. Tepat dijadikan pilihan buat penghilang stress dan membunuh waktu senggang. Nggak ada lagi bete kalo udah baca novelnya Kristy, even after many times. Keempat, mungkin jadi alasan paling nggak penting buat lo tapi jadi perhatian tersendiri buat gw karena ada faktor pengalaman pribadi. Di kedua novel Kristy, ada seting kota Bandung, Jogja, Bali dan Jakarta. Jogja dan Bandung, my love story ada di dua kota itu :) Bali, tempat backpacking yang sampe sekarang belum kesampean. Jakarta, this damn city is where I’m living now. Jadi ya…berasa ada kesamaan dengan tokoh utamanya. Hihihi, nggak nyambung ya ? Biarin deh ah, sini gw sambungin pake tali :).
Once you have it, you will ask for more.
Ya begitulah… Setelah tau bahwa ternyata “L” adalah buku keduanya, gw jadi penasaran sama buku pertamanya. Hunting hunting dan hunting, ketemulah sama si “Perlempuan Lain (PL)”. Hehehe, nggak kalah seru te/rnyata. Temanya masih diseputar love and work.
Karena background pekerjaannya adalah dunia entertainment, jadilah tokoh-tokoh di novel ini berasal dari dunia itu, EO, radio, stasiun TV lokal. Dengan gayanya Kristy berhasil menggambarkan suasana dibelakang layar pekerjaan (yang tampak) nan gemerlap itu. Dikejar deadline, sehari cuma tidur 2 jam, coffee, editing, presentasi yang penuh ide dan kreativitas .. Aduh, gw jadi inget sama gaya presentasi yang ada di kantor : grafik, angka, SWOT, strategi. Crap! Sepertinya cukup menantang. Yang jelas sih nggak cocok banget sama ritme dan jam tidur gw. Jam 10 malem kan mata ini udah kayak panda. Bedanya, lingkaran hitam di dua bola mata panda lah yang bikin hewan ini jadi kelihatan lucu. Sementara lingkaran hitam di dua bola mata ini justru membuat muka gw terlihat seperti Smeagol di LOTR. Crap.
Looks like she loves her life.
Sama halnya dengan Ika Natassa…
Ika Natassa ???
Waaaa, gw jadi semangat kalo ngebahas dia. This fun fearless female adalah favorit gw juga. 11-13 sama Kristy Nelwan. Tapi 11-12 sama Denta Felli Ananda! Hahaha, ngarep!
Ok, ok, lets talk about her books, A Very Yuppy Wedding dan Divortiaire.
Tiga alasan pertama kenapa gw suka sama novelnya Ika sama dengan kenapa gw suka sama novelnya Kristy (please read the paragraph above, hehehe). Alasan keempatnya yang agak beda. Well, begitu kalian baca dua novelnya ini pasti langsung ngeh deh; dan komen pertama yang pasti muncul adalah …“ Denta bangeeeedddd” :)
Yes sir! banker-wati memang rata2 dunianya penuh dengan juggling time, rush hour , meeting yang nggak jelas waktunya, entertain client, target booking, and of course sepaket dengan Jimmy Choo dan Masimo Dutti.
Cengar cengir senyam senyum dan manggut-manggut adalah reaksi yang keluar setiap kali gw ganti halaman. Ngerti banget sama apa yang Ika tulis dan gambarkan, karena itulah yang gw alami setiap hari (kecuali bagian OTS yang mengharuskan keluar Jawa, untung nasabah gw masih diseputar Jakarta semua).
Gw sempet nanya sama temen yang kerja di tempat dimana Ika bekerja. Memang dia bilang yang ditulis Ika itu agak berlebihan, “No such a drama queen in my office Dent”, gitu katanya. Well, pendapat dan opini orang bisa macem-macem.
Yang pengen gw tekankan dan share dib log dalam rangka nggak bisa tidur yang nggak jelas malam ini adalah : hidup yang penuh makna dari seorang wanita bernama …(dalam hal ini adalah) Kristy Nelwan dan Ika Natassa
Guys, gw selalu admire seorang perempuan yang bisa menjadi wanita seutuhnya untuk diri mereka sendiri , terlebih untuk orang lain. Gini maksudnya.
Ika dan Kristy adalah wanita wanita yang super sibuk dengan pekerjaan utama masing-masing ; dan tampil prima setiap saat sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Melelahkan ? Pastinya! Butuh waktu, tenaga, pikiran dan effort yang nggak sedikit untuk bisa ada diposisi mereka saat ini. But they do love their life ! Bahkan, diluar itu, mereka menghasilkan sesuatu dengan melakukan hal-hal yang mereka sukai. Uang ? barang ? jadi terkenal ? Bukan! Not such a material thing, fellow. Mereka menghasilkan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh orang banyak. Dan itu mereka lakukan disela-sela keterbatasan yang mereka miliki.
Apa gunanya menggarami air laut ?
Apa gunanya menggarami sayur sop buatan sendiri waktu kita sedang belajar masak?
2.15 am
Dan gw masih segar bugar. Siaul. Ayo dong ngantuk !
Damn, gara2 tadi nyebut sayur sop, gw jadi inget sop ikan batam favorit gw, favoritnya dia juga sih. Tuh kan, jadi inget lagi deh sama dia. Gimana sih? kan lagi berantem...
”Hehehe, see ? udah gw bilang dari tadi. Coba deh telpon dia, atau sms bilang lo kangen. Setelah itu baru lo bisa tidur pulas.”
Rasanya terlalu bego malem ini kalau nggak menuruti suara yang tiba-tiba muncul karena inget sop ikan batam. Gw mau sms ah, biarin aja dia baca besok siang.
Udahan yuk berantemnya…kangen nih...
Langganan:
Postingan (Atom)